Salah satu definisi kata media menurut KBBI adalh alat (sarana) komunikasi; seperti koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk. Mungkin saat ini termasuk internet. Semua sarana ini disebut sebagai media massa yang menjadi  sarana dan saluran resmi alat komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada masyarakat luas. Melalui berbagai media ini kita dapat tahu banyak informasi (tentang sesuatu, seseorang); menjalin hubungan; dan lain sebagianya. Hal yang sama juga, bahkan jauh sebelum manusia menciptakan berbagai media, Allah sudah mencipatkan media untuk menyatakan diri dan sifat-sifatNya kepada manusia sehingga manusia dapat mengenal dan memiliki relasi yang akrab denganNya. Marilah kita memperhatikannya dalam mazmur ini.

Mazmur ini menggambarkan media (sarana) orang  memperoleh pengetahuan tentang Allah yaitu melalui alam semesta dan pengajaran dari taurat. Mari, kita perhatikan satu persatu.

 1. Melalui Alam atau ciptaanNya (ay. 1-7)

Pemazmur menyaksikan kepada kita bahwa apa yang Allah ciptakan itu menyatakan diriNya.

  • Langit, cakrawala, pergantian hari atau siang dan malam (ay 2-5a). Melalui  ciptaan ini kita dapat mengetahui bagaimana mereka menceritakan, memberitakan, meneruskan dan menyampaikan tentang Allah. Meskipun tidak ada berita dan kata dari mereka dan suara mereka tidak terdengar, namun gema mereka terpencar ke seluruh dunia dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi (ay 4-5a).
  • Matahari (ay 5b-7). Sifat dari matahari yang terbit dan beredar di seluruh bumi serta panas sinarnya tidak terlindungi bagi apapun, menyatakan Allah dan kuasaNya yang tak terbatas oleh apapun.
  •  Namun kita sadari bahwa alam yang begitu indah sekalipun belum mampu membawa manusia untuk mengenal Allah dengan baik dan memiliki relasi pribdai denganNya.

2. Melalui Taurat (ay. 8-15)

Seperti halnya ciptaan yang nampak menyatakan kuasa dan keilahian Allah yang kekal, maka penyataan Allah tentang diriNya diberikan kepada Israel dalam taurat.  Pembedaan ini kita perhatikan dengan penggunaan nama Allah dan TUHAN. Ketika pemazmur berbicara mengenai penciptaan, ia memakai nama Allah (ay. 2-7). Tetapi ketika ia berbicara mengenai  Taurat, ia menggunakan nama TUHAN yang merupakan terjemahan dari YAHWE (ay.8-15) yang menyatakan diri secara khusus kepada nenek moyang Israel dan keturunannya.

Pemazmur menggunakan enam  istilah untuk menjelaskan seluruh penyataan Allah dalam Taurat. Demikian juga beberapa aspek dari sifat Taurat itu sendiri (ay 8-12).

  • Taurat TUHAN  itu sempurna (ay. 8)
  • Peraturan TUHAN itu  teguh (ay. 8)
  • Titah TUHAN itu tepat (ay.9)
  • Perintah TUHAN itu murni (ay.9).
  • Takut akan Tuhan itu suci (ay.10)
  • Hukum2 Tuhan itu benar & adil (ay.10).

Semua sifat ini membuat penyataan Tuhan secara bathiniah itu lebih lebih dirindukan (LAI : indah) daripada kenyataan kekayaan (taurat adalah harta paling berharga, lebih mahal dari emas, bdk. Ayb 28:15-19) dan lebih nikmat/manis daripada madu (di negeri di mana tidak ada gula). Gambaran lengkap mengenai pengagungan terhadap taurat  lihat Mazmur 119.

Pemazmur menggambarkan Taurat sebagai karunia yang memenuhi hidup orang yang memeliharanya. Penyataan ini lebih khusus dan membawa pada hubungan personal dengan Allah.

Perenungan atas kehendak Tuhan dalam taurat membawa pada doa demi penyucian sempurna watak dan tingkah laku dari segala kesalahan, kelemahan yg tersembunyi (ay. 12, 13).

Pemazmur menutup nyanyiannya dengan permohonan agar ucapan mulut dan renungan hatinya  ini diperkenan oleh Tuhan (bdk Maz 104:34; 119:108).

Bagaimana dengan pengenalan kita akan Allah? Seharusnya kita yang hidup di jaman ini sangat bersyukur. Karena Firman Tuhan sudah kita miliki dalam bentuk tulisan yang lengkap dan seharusnya itu membawa kita mengenal Allah dengan lebih dalam. Melalui Firman kita tahu bahwa alam semesta ini dan isinya termasuk kita sebagai manusia diciptakan oleh Allah.

Melalui Firman kita tahu bagaimana Allah menyatakan diri kepada manusia secara umum melalui alam. Segala hal yang positif dari alam ini, seperti menceritakan tentang kuasa dan kemuliaan dan kebaikan Allah. Namun secara negatif, alam tidak bisa memberi penjelasan yang membuat orang mendapatkan relasi pengenalan akan Allah. Dan ini membawa kita memahami penyataan Allah secara khusus.  Dalam penyataan khusus melalui taurat dan di dalam Yesus Kristus kita dapat mengetahui rencana Allah untuk menyelamatkan kita.

Semua sarana sudah sangat lengkap, tapi apakah semua sarana atau media ini telah kita manfaatkan sebaik mungkin untuk mengenal Allah dan makin memiliki persekutuan yang erat denganNya? Ingat bahwa pengenalan kita yang dalam dan relasi yang akrab dengan Allah secara benar melalui FirmanNya, akan mempengerahui sikap dan tindakan kita secara benar terhadap alam ciptaan Tuhan dan kesaksian hidup kita akan memuliakan namaNya.

 

 (Pnt. K. Aminadab Tefbana)

20 Januari 2013, Minggu Epifania ke-2